Sejarah Berdirinya Moonraker Indonesia Sport Club

www.moonraker.id
www.moonraker.id

Bandung 1979, tiga bikers jago ngebut di jalanan, Uci, Geri dan Aul nonton film Moonraker yang dibintangi oleh Roger Moore. Mr. Moore saat itu berperan menjadi agen Inggris yaitu James Bond dengan kode penugasan double O Seven alias 007.

Setahun sebelumnya pada peringatan hari sumpah pemuda 28 Oktober 1978, mereka sudah punya nama untuk kumpulan kecil ini yakni Moonwalker, sepulang dari nonton film tersebut, ketiganya sepakat untuk mengubah Moonwalker menjadi Moonraker. Dan siapa sangka klub ini menjelma menjadi klub paling disegani di jalanan Bandung.

Buat anak-anak Bandung, nama Moonraker memang melegenda. Mereka selalu turun balapan antar life members atau klub lain saat lalu lintas sedang ramai-ramainya. Jalan sesak di Ir. Juanda atau Dago menjadi ajang adu adrenalin. Soal riding skill dan kenekatan mereka menjadi buah bibir semua pembalap liar dan cewek-cewek Bandung. Para ‘speed maniac’ di Moonraker seperti Beni Baong Pria, Maruli dengan Vespanya dan banyak lagi dari mereka, menjadi seleb di jalanan. Jurus legendaris mereka bagai sudah terpaten. Ada yang belum pernah dengar istilah gitik Moonraker? Itu adalah manuver cepat dan beringas dari gaya mereka saat ada di jalanan. Motor yang dikendarai seperti patah-patah dan bergerak cepat, itu adalah ciri khas dari klub ini.

Tak bisa dipungkiri, untuk menegaskan eksistensi mereka, balapan liar dan pertarungan di jalan menjadi sejarah yang tak bisa lepas dan mengisi hari-hari para life members nya. Persaingan dengan klub lain selalu jadi perbincangan. Dan Moonraker banyak mendominasi dan diunggulkan.

Klub berlambang serigala terbang ini juga kental doktrinasi dan semangat persaudaraan. Anggotanya menjadi sangat loyal dan setia karena semangat persaudaraan yang sangat kental. Senior dan junior ibarat kakak adik, saling menyayangi dalam suka dan duka. Moonraker juga punya motto wanieun alias berani. Terjemahannya bisa menjadi sangat luas, berani dalam berbagai hal termasuk mengarungi kehidupan.
Sertifikat-IMI-Moonraker
Tanda Anggota IMI, Moonraker
Tahun terus berganti, wajah Moonraker dari hanya klub jalanan berbasis massa besar, bergerak terus ke arah yang lebih serius. Baru tahun 1986, klub ini makin terkordinasi rapi dengan kepengurusan yang teratur, AD/ART. Lalu Moonraker merumuskan kepengurusan agar semakin profesional dengan mengadakan kongres Moonraker pada 29 Agustus 2010.

Moonraker tercatat sebagai klub motor satu-satunya yang mampu menyelenggarakan event road race dan dinobatkan menjadi klub terbaik oleh IMI Jabar. Moonraker juga sangat kooperatif membantu kemajuan dunia sport di Jawa Barat. Secara klub mereka pun aktif dalam kegiatan sosial. Prestasi dan jasanya bagi Jawa Barat sudah sangat begitu banyak.

Klarifikasi Moonraker Indonesia Sport Club

Kecenderungan informasi yang mengelilingi klub Moonraker sebagai geng motor selama beberapa dekade ini membuat perubahan struktur dari klub Moonraker. Pembenahan internal dilakukan demi menjaga nama baik klub. Setiap dua tahun sekali klub Moonraker menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) yang pertama kali diselenggarakan di Bandung pada tahun 2010.

Telah dikutip dari pernyataan Ketua Umum Moonraker Periode 2010, Iskandar Yausa (Bang Jend), klub otomotif ini sering dikambinghitamkan oleh para berandalan bermotor untuk melakukan aksi kriminal. Mitos ini telah dibantu oleh laporan penulis media yang dianggap sesuai untuk menyelaraskan klub Moonraker dengan fakta saat ini. Banyak juga penulis dan koresponden surat kabar dari berbagai macam media telah membuat pernyataan yang tidak berdasarkan pada fakta, sehingga klub ini mempunyai prinsip yang menarik yaitu melupakan bahkan mengabaikan informasi yang kontradiktif. Terlepas dari itu, para pengurus Moonraker tetap peduli dan bekerja demi menjaga nama baik klub.

Tinjauan Sejarah Ekplorasi dan Prestasi

Moonraker adalah sebuah perkumpulan pengendara berbagai jenis motor. Perkumpulan ini didirikan oleh tujuh orang pemuda di kota Bandung pada tanggal 28 Oktober 1978. Secara formal, nama Moonraker disahkan pada tahun 1979 menggantikan nama perkumpulan sebelumnya. Nama Moonraker sendiri diadopsi dari nama sebuah judul film James Bond yang sedang hits pada saat itu. Mencari bibit pembalap tujuan utama terbentuknya klub ini.

Moonraker memiliki bendera berwarna Merah Putih dan Biru. Warna Merah dan Putih bermakna bahwa klub ini berada di Indonesia dan berskala nasional sedangkan warna Biru memiliki arti persaudaraan yang akan terus meluas, membangun anggota yang mempunyai citra yang baik di dalam organisasi maupun masyarakat.

Moonraker adalah sebuah klub sport otomotif hobi, dimana didalamnya terdapat para anggotanya mempunyai prestasi luar biasa di kancah olah raga road race, terbilang seorang Beny Baonk dedengkot pembalap roda dua yang malang melintang hingga sampai saat ini. Irvan Octavian pun pernah mengenyam Moto GP 1997 dan juara umum 1 yamaha cup dari tahun 1993 sampai 1996 dan termasuk generasi pertama dari pembalap Indonesia yang pernah belajar balap motor di Spanyol, Irvan Octavianus juga merupakan Pelatih kontingen Jawa Barat pada cabang olahraga balap motor. Saat ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 di Riau, Kontingen Jawa Barat berhasil menjadi juara umum dengan perolehan tiga medali emas. Dan sederet nama-nama lain yang malang melintang di dunia balap motor.
Kartu Tanda Anggota Moonraker Sport Club Bandung Tahun 1980
Kartu Tanda Anggota Moonraker Sport Club Bandung Tahun 1980
M2R nama sandi klub otomotif ini diakui eksistensinya di Indonesia. Dengan jumlah ribuan anggota yang tersebar diseluruh Indonesia, itu salah satu bukti bahwa klub ini sangat potensial dalam mencari bibit-bibit baru untuk memajukan prestasi klub tersebut di Bandung sebagai Pusatnya dan semua wilayah, sebagai bukti keberhasilan pembibitan anggota kearah yang lebih baik. Prestasi mereka diharapkan bisa menjadi contoh dan motivasi generasi muda lainnya dalam menyalurkan hobi balap motor.

Selain mengutamakan prestasi dalam berlomba khususnya mengenai balapan, Moonraker juga kerap melakukan berbagai kegiatan seperti bakti sosial, touring, dan kegiatan lainnya yang dianggap penting untuk kemajuan organisasi. Klub ini memiliki motto “One For All All For One” serta kata “Wanieun” juga seringkali menjadi salah satu ciri khas dari salam dan motto klub ini.