Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Januari 2024

Iman Bule Terpilih Jadi Ketum Moonraker Indonesia, Minta Pengurus dan Anggota Jaga Kamtibmas di Jabar Jelang Pemilu 2024

Gambar: H. Iman Bule terpilih menjadi Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Moonraker Indonesia pada Munas ke -VI yang dilaksanakan pada Desember 2023 lalu.
H. Iman Bule terpilih menjadi Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Moonraker Indonesia pada Munas ke -VI yang dilaksanakan pada Desember 2023 lalu.

Pada Musyawarah Nasional (Munas) Ke-VI Moonraker Indonesia, H. Iman, akrab disapa Iman Bule, muncul sebagai pemenang yang meraih dukungan telak dari para anggota Moonraker Indonesia.

Iman Bule berhasil keluar sebagai pemenang pemilihan Ketua Umum, memberikan harapan baru untuk arah kepemimpinan Moonraker Indonesia dalam periode mendatang.

Kemenangan telak ini menunjukkan kepercayaan besar yang diberikan anggota Moonraker kepada Iman Bule.

Selain pemilihan Ketua Umum, Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) DPP Moonraker juga membahas perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta pembentukan kepengurusan untuk periode tahun 2024. 

Langkah ini diambil untuk menyesuaikan organisasi dengan dinamika dan tuntutan perkembangan terkini.

Dalam sela-sela Rapimnas, Ketua Umum terpilih, H. Iman Bule, menyampaikan pesan penting. Ia menghimbau kepada seluruh kepengurusan Moonraker tingkat Kota/Kabupaten di seluruh Jawa Barat untuk aktif menjaga situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polda Jawa Barat, khususnya menjelang pelaksanaan Pemilu tahun 2024.

"Jelang Pimilu 2024, saya minta kepada pengurus agar tetap menjaga situasi Kambtibmas khusunya di wilayah Jawa Barat," ucapnya.

Iman Bule menekankan pentingnya menjaga kondusifitas, keamanan, dan ketertiban selama periode menjelang pemilu. 

Dia berharap agar seluruh anggota atau simpatisan Moonraker turut serta dalam menjaga ketertiban di seluruh wilayah Jawa Barat, menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.

Dengan kepemimpinan yang baru dan semangat kebersamaan yang diusung oleh H. Iman Bule, Moonraker Indonesia optimis dapat memberikan kontribusi positif dalam membangun kesadaran partisipatif masyarakat Jawa Barat, terutama dalam mendukung proses demokrasi yang berlangsung lancar dan damai.

"Kami optimis bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat dan bangsa yang tercinta," harapnya.

Sumber: Kesatu.co

Senin, 22 Januari 2024

Silaturahmi Akbar Moonraker Kota Bandung Tinggalkan Jejak Kebaikan

 

Silaturahmi Akbar Moonraker di Taman Bagusrangin, Sabtu (20/01/2024).

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA BANDUNG - Kata geng motor masih memberikan stigma atau kesan negatif di mata masyarakat, tak terkecuali di Kota Bandung.


Terlebih konten ugal-ugalan, kekerasan yang tersebar luas di media sosial menjadikan geng motor sesuatu yang meresahkan masyarakat.


Namun, frame negatif tersebut coba dihempaskan oleh salah satu geng motor ternama di Kota Bandung, Moonraker.


Melalui kegiatan Silaturahmi Akbar Moonraker, geng motor yang kini bertajuk tagar "wanieun kana kahadean" (berani untuk kebenaran), mencoba menjadi organisasi geng motor yang saling bertukar kebaikan.


"Kalian generasi muda, generasi penerus bangsa. Kami di sini hanya menjembatani kalian yang akan estafet meneruskan perjuangan kami nanti. Diawali dengan kegiatan positif seperti ini, untuk berkiprah di masyarakat. Tinggalkan jejak yang baik-baik," kata Bunda Moonraker, Irawati atau Teh Ira, yang menghadiri kegiatan Silaturahmi Akbar Moonraker di Taman Bagusrangin, Sabtu (20/01/2024).


Teh Ira menegaskan, kepercayaan akan dirinya terhadap anak asuhnya dinilai mempunyai potensi untuk menciptakan pemimpin-pemimpin hebat di bangsa ini.


"Kalian nanti bisa berkompetisi dengan anak lainnya sebagai generasi hebat, pemimpin-pemimpin mulai dari tingkat RT hingga sampai lingkungan Provinsi, siapa tau bisa jadi pemimpin negara. Ini tidak ada yang tidak mungkin kalau dengan doa upaya dan selalu melakukan kebaikan, kelak kalian nanti akan menjadi orang orang hebat dan bermanfaat bagi orang lain," pesan Teh Ira.


"Bunda lihat kalian Moonraker mempunyai potensi. Tidak ada orang yang lemah, tidak ada orang yang bodoh. Yang ada adalah orang yang kurang belajar dan kurang berusaha," kata dia.


Senada dengan Teh Ira, Ketua DPC Moonraker Kota Bandung, Regent menyatakan sikap untuk berkomitmen menjaga nama baik, serta menjunjung tinggi nilai kebaikan untuk organisasi yang ia pimpin sekarang.


"Kami hanya ingin organisasi kami jauh lebih baik. Jadi disisi lain, stigma-stigma masyarakat tentang kami (yang buruk) itu, akan kami buktikan dengan kebaikan. Seperti yang mulanya tagline kami "wanieun" (berani), kini ditambahkan "wanieun kana kahadean" (berani untuk kebaikan). Karena semua orang punya keberanian, namun tidak semua orang punya keberanian untuk kebaikan," ungkapnya.


Acara pun diwarnai canda tawa para anggota Moonraker, dengan ceramah yang diisi penceramah kondang Ustadz Evie Effendi.


Selain itu, juga digelar pemberian santunan bagi anak yatim, juga kaum lanjut usia.


Sumber : priangan.tribunnews.com

Kamis, 06 Mei 2021

Energi Positif Moonraker untuk Kemajuan Daerah


SAMBUTAN : Sekretaris Jenderal Moonraker Nugroho Dwi Laksono, memberikan sambutan dalam kegiatan buka bersama seluruh anggota Moonraker Cimahi, di Jalan Baros, belum lama ini. (foto : GATOT POEDJI UTOMO/RADAR BANDUNG)


POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Bukan lagi zamannya ugal-ugalan dijalanan. Apalagi melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Stigma negatif yang kadung disematkan terhadap sebuah organisasi atau kelompok itu kini harus dikikis.


Adalah Moonraker, salah satu kelompok motor terbesar yang ada di Indonesia. Mereka kini mulai berbenah. Bukan hanya demi sebuah nama baik, namun komunitas motor tersebut ternyata punya keinginan untuk sebuah kemajuan daerah.


Sekretaris Jenderal Moonraker yang juga Koordinator di wilayah Kota Cimahi, Nugroho Dwi Laksono, langkah awal yang telah dilakukan yakni membenahi struktur organisasi, sekaligus menyamakan visi dan misi dari pihak internal.


“Terkait kondusifitas daerah, kami rutin melakukan koordinasi baik dengan TNI Polri serta aparat kewilayahan termasuk pihak pemerintah,” kata Dwi.


Menyikapi aksi kekerasan jalanan yang terjadi antar kelompok motor dimanapun, Dwi menyebutkan, ada beberapa faktor yang jadi pemicu terjadi gesekan di lapangan. Itu diantaranya lantaran banyaknya jumlah anggota dari masing-masing kelompok, sehingga sulit terkontrol. Itu diperparah juga oleh ulah oknum yang provokativ, sehingga berujung salah paham.


“Sebetulnya aksi kekerasan itu bisa dihindari. Salah satunya membentuk struktur organisasi yang baik, serta koordinasi yang ditingkatkan,” ungkapnya.


Sejauh ini, jumlah anggota atau kader Moonraker khususnya di Kota Cimahi mencapai 5000 orang. Menurutnya, dengan jumlah anggota sebanyak itu, masing-masing individu memiliki potensi misalnya, di bidang automotif hingga siap dalam mengerjakan konstruksi bangunan.


“Intinya dengan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten, maka daerah pun akan populis. Kami berharap untuk memaksimalkan potensi SDM, pihak terkait mau mengamalkan ilmunya dengan memberikan sebuah pelatihan kerja. Sebab dari pelatihan itu akan muncul potensi yang bisa dikembangkan sekaligus diperbantukan untuk memajukan daerah,” tuturnya.


Adanya potensi yang bisa digali dari sebuah komunitas ini, pihak pemerintah pun bersedia membantu melalui program yang ada.


Kepala Kesbangpol Kota Cimahi, Mardi Santoso mengatakan, keberadaan komunitas atau kelompok yang dinilai urakan tidak selamanya seperti itu.


“Seperti yang dilakukan oleh Moonraker sekarang perlu didukung. Sekarang mereka terus berupaya merubah paradigma di masyarakat dengan melakukan sejumlah kegiatan positif,” kata Mardi.


Menurutnya, bukan hal mudah dalam merubah paradigma, perlu gerakan yang meyakinkan dari kelompok itu sendiri. Baik dari para petinggi hingga anggotanya. Namun itu saja belum cukup, masyarakat pun harus mau menerima keberadaan para anggota kelompok khususnnya.


“Sejauh ini koordinasi pemerintah dengan Moonraker berkesinambungan. Terkait melaksanakan pelatihan kerja atau lainnya, nanti akan disiapkan programnya,” ujarnya.


Sumber: pojoksatu.id (gat)

Kamis, 29 April 2021

Hapus Stigma Negatif, Moonraker Imbau Anggota Jadi Teladan Masyarakat

 

Ketua Umum DPP Moonraker Pandjie Sindhubrata Rusdie mengimbau seluruh anggotanya menjadi teladan masyarakat. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Moonraker mengimbau seluruh anggotanya menjadi teladan di masyarakat dengan menggelar berbagai kegiatan positif. Imbauan tersebut disampaikan langsung Ketua Umum DPP Moonraker Pandjie Sindhubrata Rusdie.  Dia menyatakan, imbauan itu disampaikan sekaligus untuk menghapus stigma negatif yang kerap melekat pada komunitas pecinta motor yang kini telah menjadi organisasi kemasyarakatan itu.


Menurutnya, anggotanya seringkali dinilai negatif oleh masyarakat menyusul adanya sebagian oknum anggota yang kerap melakuka keributan di jalan raya. Melalui imbauan tersebut, pihaknya berharap, tidak ada lagi keributan yang melibatkan anggota Moonraker. "DPP Moonraker mengimbau seluruh anggota untuk senantiasa menjadi contoh teladan bagi masyarakat dengan mengedepankan kegiatan-kegiatan positif," kata Pandjie dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/4/2021).


Pandjie juga menyatakan, pihaknya tidak akan memberikan pembelaan kepada anggotanya yang terbukti melakukan pelanggaran hukum. Bahkan, tegas Pandjie, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum untuk menindak tegas anggotanya yang melanggar hukum.


"Jika ada oknum anggotanya yang kedapatan melanggar hukum dan membuat keributan. Saya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat hukum atau pihak kepolisian untuk melakukan penindakan," ujarnya lagi.


Lebih lanjut Pandjie mengatakan, guna menghapus stigma negatif, pihaknya pun terus berupaya melakukan berbagai kegiatan positif, seperti menggelar kegiatan bakti sosial (baksos). Sejumlah kegiatan baksos yang telah digelar Moonraker, kata Pandjie, di antaranya penyemprotan disinfektan di lingkungan masyarakat hingga penyerahan bantuan kepada korban bencana alam, seperti di Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Garut.  "DPP Moonraker terus melakukan aksi sosial seperti penyemprotan disinfektan dan baksos terhadap korban bencana alam di Garut dan Sumedang untuk menghapus stigma negatif," ucapnya.


Sumber : https://jabar.inews.id

Jumat, 05 Maret 2021

Moonraker Indonesia Jelaskan Itu Bukan Bentrokan, Tapi Pengeroyokan

Ketua Umum Monraker Indonesia Memberikan Klarifikasi Terkait Bentrokan Geng Motor XTC dan Moonraker di Kabupaten Bandung Barat (05/03/21).

Madania.co.id, Bandung – Bentrokan antar club motor yang melibatkan oknum XTC Cipatat terhadap anggota Moonraker 28 Februari lalu, menyebabkan satu orang anggota Moonraker Indonesia berinisial IG meninggal dunia dan dua orang korban lainnya, yakni JN dan DS mengalami luka-luka. Terkait dengan hal itu, DPP Moonraker Indonesia menyampaikan klarifikasi atas kejadian pengeroyokan dari beberapa oknum XTC terhadap anggotanya tersebut.

“Bukan bentrokan, tapi pengeroyokan. Secara logika saja, 1 dipukuli 10 orang maka pengeroyokan. Dalam hal pengeroyokan maka korban hanya di satu pihak, yaitu yang dikeroyok. Jadi tidak tepat korban dari dua pihak,” ujar Ketua Umum Moonraker Indonesia, Pandjie Sindhubrata Rusdi, di Bandung. Jumat, (5/3/2021).


Pernyataan itu sekaligus membantah pernyataan Ketua Umum XTC Indonesia, Donny Akbar Ferdiana beberapa waktu lalu, yang menyebutkan, bentrokan terjadi akibat pihaknya terprovokasi oleh adanya aksi pelemparan di Desa Nyalindung, kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.


Pandjie juga ia juga menyampaikan bukti yang menguatkan bahwa tidak ada korban dari pihak terlapor, dalam hal ini oknum XTC.


“Hal lain yang menguatkan pernyataan ini adalah sampai saat ini tidak ada korban dari pihak terlapor dibuktikan dengan tidak ada LP(laporan polisi, red)-nya,” tegasnya.


Ia menuturkan, akibat aksi pengeroyokan itu, korban berinisial JN mengalami luka tusuk di pinggang sebelah kanan dan di punggung tengah, serta luka sobek di alis sebelah kanan dan di punggung kiri atas.


Sementara DS mengalami luka sobek di kepala bagian kanan dan luka sobek di atas mulut sebelah kiri.


Lebih jauh ia mengatakan, insiden pengeroyokan serupa tidak hanya terjadi di wilayah hukum polres Cimahi, tetapi ada di beberapa wilayah Jawa Barat lainnya. Di antaranya wilayah Kabupaten Subang dan Kabupaten Cirebon. Menurutnya, pihak Moonraker Indonesia sudah melakukan upaya hukum pelaporan tindakan pidana dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


“Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan memonitor jalannya proses hukum yang berlaku mengenai kasus ini.” tandasnya.


Sementara itu dalam press rilis yang diterima wartawan, Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Moonraker Indonesia menyampaikan, Perkumpulan Moonraker Indonesia adalah organisasi resmi yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan SK Nomor AHU-0034827.A.H.01.07 Tahun 2015. Organisasi kami organisasi yang taat pada aturan hukum yang berlaku di NKRI, dibuktikan dengan adanya akta notaris dan SK Kemenkumham.


Disebutkan, pihak Mooraker juga akan melakukan koordinasi dengan pengurus MOONRAKER di wilayah Kabupaten/ Kota agar mematuhi proses hukum yang sedang berjalan dengan tidak membuat permasalahan hukum yang dapat merugikan diri sendiri.


mereka juga menuntut agar tindakan pidana yang terjadi di beberapa wilayah dapat diselesaikan secara profesional dengan berkeadilan yang seadil-adilnya dan akan tetap mengawal dan atau memonitor sampai selesai prosesnya.


Ia juga ber,pesan masyarakat agar tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas ujung pangkalnya, “baiknya dilakukan cek dan recek agar tidak menjadi hoaks dan dapat merugikan banyak pihak termasuk yang menyebarkannya,” Pungkasnya. (an)


Sumber: https://madania.co.id

Terkait Pengeroyokan Anggota Moonraker di Cipatat, Ketua Umum Moonraker Indonesia Berikan Klarifikasi

Ketua Umum Monraker Indonesia Memberikan Klarifikasi Terkait Bentrokan Geng Motor XTC dan Moonraker di Kabupaten Bandung Barat (05/03/21).

BANDUNG – DPP Moonraker Indonesia menyampaikan klarifikasi atas kejadian pengeroyokan dari beberapa oknum XTC terhadap anggotanya yang terjadi di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, 28 Februari lalu.

Aksi pengeroyokan tersebut telah menewaskan anggota Moonraker Indonesia berinisial IG dan melukai dua orang korban lainnya, JN dan DS.


Korban berinisial JN mengalami luka-luka tusuk di pinggang sebelah kanan dan di punggung tengah, serta luka sobek di alis sebelah kanan dan di punggung kiri atas.


Sementara DS mengalami luka sobek di kepala bagian kanan dan luka sobek di atas mulut sebelah kiri.


Pihak Moonraker Indonesia memberikan klarifikasi dan meluruskan anggapan bahwa kejadian tersebut bukanlah bentrokan, melainkan pengeroyokan.


“Bukan bentrokan, tapi pengeroyokan. Secara logika saja, 1 dipukuli 10 orang maka pengeroyokan. Dalam hal pengeroyokan maka korban hanya di satu pihak, yaitu yang dikeroyok. Jadi tidak tepat korban dari dua pihak,”tutur Pandjie Sindhubrata Rusdi, Ketua Umum Moonraker Indonesia  pada Jumat, (5/3) di Bandung.


Selain itu, ia juga menyampaikan bukti yang menguatkan bahwa tidak ada korban dari pihak terlapor, dalam hal ini oknum XTC.


“Hal lain yang menguatkan pernyataan ini adalah sampai saat ini tidak ada korban dari pihak terlapor dibuktikan dengan tidak ada LP(laporan polisi, red)-nya,”tambahnya.


Berdasarkan keterangan tertulis, insiden pengeroyokan serupa tidak hanya terjadi di wilayah hukum polres Cimahi, tetapi ada di beberapa wilayah Jawa Barat lainnya. Di antaranya wilayah Kabupaten Subang dan Kabupaten Cirebon.


Pihak Moonraker Indonesia sudah melakukan upaya hukum pelaporan tindakan pidana dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mereka juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan memonitor jalannya proses hukum yang berlaku mengenai kasus ini.


Berikut Press Release yang disampaikan oleh Ketua Umum Moonraker Indonesia.


Kami Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Moonraker Indonesia menyampaikan hal-hal yang sekarang sedang menjadi perhatian publik yaitu:


  1. Perkumpulan Moonraker Indonesia adalah organisasi resmi yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan SK Nomor AHU-0034827.A.H.01.07 Tahun 2015. Organisasi kami organisasi yang taat pada aturan hukum yang berlaku di NKRI, dibuktikan dengan adanya akta notaris dan SK Kemenkumham.
  2. Perihal peristiwa yang terjadi pada tanggal 28 Februari 2021 sekitar pukul 16.30 yang di mana anggota MOONRAKER menjadi korban pengeroyokan beberapa oknum XTC di wilayah Jalan Raya Purwakarta Kampung Tonjong Desa Nyalindung Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat yang menyebabkan 1 orang anggota MOONRAKER berinisial IG meninggal dunia, korban berinisial DS luka sobek di kepala bagian kanan dan luka sobek di atas mulut sebelah kiri, dan JN mengalami luka luka tusuk di pinggang sebelah kanan, luka sobek di alis sebelah kanan, luka sobek di punggung kiri atas, luka tusuk di punggung tengah.
  3. Insiden pengeroyokan bukan saja terjadi di wilayah hukum polres Cimahi, tetapi ada di beberapa wilayah Jawa Barat. Di antaranya di wilayah Kabupaten Subang dan Kabupaten Cirebon. Kami sudah melakukan upaya hukum pelaporan tindakan pidana dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  4. Kami akan melakukan koordinasi dengan pengurus MOONRAKER di wilayah Kabupaten/ Kota agar mematuhi proses hukum yang sedang berjalan dengan tidak membuat permasalahan hukum yang dapat merugikan diri sendiri.
  5. Kami menuntut agar tindakan pidana yang terjadi di beberapa wilayah dapat diselesaikan secara profesional dengan berkeadilan yang seadil-adilnya dan akan tetap mengawal dan atau memonitor sampai selesai prosesnya.
  6. Sebagai bagian dari masyarakat, maka kami mengembalikan ke masyarakat untuk dapat menilai kami apa adanya serta mengajak masyarakat agar dapat mengawal atau memonitor jalannya penyelesaian masalah ini secara berkeadilan, dan untuk berita-berita yang tidak jelas ujung pangkalnya baiknya dilakukan cek dan recek agar tidak menjadi hoaks dan dapat merugikan banyak pihak termasuk yang menyebarkannya.


Demikian press release dari pengurus DPP Moonraker Indonesia, salam wanieun untuk semua anggota MOONRAKER di mana pun berada.


Bandung, 5 Maret 2021


Ketua Umum Moonraker Indonesia

Pandjie Sindhubrata Rusdi


Sumber: https://jabarekspres.com